Cara Menyimpan Tempe Tanpa Pengawet
Tempe segar tanpa pengawet terus berubah setiap hari. Begini cara menyimpannya, kapan harus dimasak, dan kapan sebaiknya dibuang.
3 menit baca
Dua varian dari kedelai yang sama, tapi tekstur, rasa, dan pemakaiannya berbeda. Ini cara memilih yang pas untuk dapur Anda.
3 menit baca
Diperbarui
Kalau Anda pernah membandingkan dua tempe di pasar, mungkin Anda sadar bahwa warnanya tidak selalu sama. Ada yang tampak berbintik gelap, ada yang bersih putih. Perbedaan itu sering kali berasal dari satu hal kecil: kulit ari kedelai. Di dapur kami, Mak Nuk membuat dua varian, Tempe Klasik dan Tempe Original Tanpa Kulit. Tulisan ini menjelaskan bedanya supaya Anda bisa memilih tanpa menebak.
Setiap biji kedelai dibungkus lapisan tipis di luarnya, yang disebut kulit ari atau seed coat. Dalam pembuatan tempe tradisional, kulit ari biasanya dilepas sebagian lewat perendaman dan pengulekan atau penginjakan, lalu sisanya dihanyutkan saat dicuci. Pada tempe yang tidak dikupas bersih, sebagian kulit ari tetap menempel dan ikut terbungkus miselium jamur saat fermentasi.
Kulit ari tidak berbahaya. Ia memang bagian dari biji kedelai. Bedanya terletak pada tampilan dan tekstur: kulit ari membuat tempe tampak lebih bertotol dan terasa sedikit lebih kasar di lidah.
Untuk varian tanpa kulit, kedelai yang sudah direndam kami kupas satu per satu dengan tangan dan dicuci berulang sampai kulit arinya terpisah bersih. Proses ini memakan waktu dan tenaga lebih banyak, itulah sebabnya harga mulai dari varian ini sedikit lebih tinggi. Setelah itu kedelai direbus, ditiriskan, diberi ragi, dibungkus, lalu difermentasi seperti biasa. Bahannya tetap tiga: kedelai, air, ragi. Anda bisa melihat urutan lengkapnya di halaman proses pembuatan.
Ringkasnya begini.
Tempe Klasik: kedelai dengan kulit ari. Tampilan sedikit bertotol, tekstur lebih berserat, rasa gurih dengan aroma kedelai yang terasa. Rasanya "tempe rumahan" yang banyak orang kenal.
Tempe Original Tanpa Kulit: kedelai dikupas bersih. Lebih putih, padat, dan lembut, dengan aroma yang lebih ringan sehingga minim langu.
Kedua varian bisa dipesan dalam bentuk dan ukuran bebas lewat Custom Order, tanpa minimum order.
Tekstur adalah pembeda yang paling terasa, terutama setelah dimasak.
Tempe Klasik menghasilkan gigitan yang mantap dan sedikit kasar, cocok untuk tempe goreng tepung yang tebal atau tempe penyet yang dihaluskan bersama sambal. Tempe Original Tanpa Kulit lebih mudah diiris tipis dan rapi, sehingga pas untuk mendoan dan keripik. Permukaannya juga lebih halus sehingga adonan tepung menempel merata.
Saat dikukus, perbedaan tekstur makin jelas. Varian tanpa kulit menjadi lebih lembut dan mudah dilumatkan, sedangkan varian klasik tetap terasa berserat. Karena itu banyak keluarga memilih varian tanpa kulit untuk olahan yang butuh tekstur lembut, misalnya tim tempe.
Untuk menu keluarga sehari-hari, keduanya cocok. Bila ada anggota keluarga yang kurang suka aroma kedelai yang kuat, atau Anda menyiapkan makanan bertekstur lembut, varian tanpa kulit biasanya lebih nyaman. Untuk MPASI, tekstur dan kesiapan anak berbeda-beda, jadi diskusikan dengan dokter anak atau ahli gizi.
Katering yang butuh potongan seragam dan tampilan bersih sering memilih varian tanpa kulit. Untuk masakan berbumbu kuat seperti sambal goreng atau bacem, varian klasik sama baiknya karena rasa gurihnya tahan bumbu. Informasi pasokan rutin ada di halaman kemitraan.
Secara umum, tempe kedelai adalah sumber protein nabati. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2019 dari Kemenkes RI mencatat tempe kedelai murni sekitar 20,8 g protein dan 1,4 g serat per 100 g. Angka itu adalah angka rujukan untuk tempe secara umum, bukan hasil uji laboratorium untuk produk kami. Karena kulit ari mengandung serat, secara teori kandungan serat tempe dengan kulit bisa sedikit lebih tinggi dibanding yang dikupas, tetapi kami tidak mengklaim angka perbedaannya tanpa data uji. Selisihnya, dalam praktik, kecil dibanding perbedaan cara memasak.
Tidak ada yang "lebih benar". Pilih berdasarkan masakan dan selera:
Suka rasa tempe yang gurih dan tegas, atau memasak tempe berbumbu kuat: Klasik.
Ingin tekstur lembut, tampilan putih bersih, aroma ringan, atau irisan tipis rapi: Original Tanpa Kulit.
Masih ragu: pesan keduanya dalam ukuran kecil dan bandingkan sendiri. Tidak ada minimum order.
Pertanyaan lain seputar pemesanan dan penyimpanan dijawab di halaman FAQ.
Ingin mencoba sendiri? Cek slot dan PO via WhatsApp, atau lihat dua varian tempe kami.
Tempe dibuat sesuai pesanan, tanpa minimum order. Lihat jenisnya atau tanya langsung lewat WhatsApp.
Tempe segar tanpa pengawet terus berubah setiap hari. Begini cara menyimpannya, kapan harus dimasak, dan kapan sebaiknya dibuang.
3 menit baca
Pesan dulu terdengar merepotkan. Ini alasan di balik sistem PO Mak Nuk, dan cara memakainya agar tempe sampai tepat waktu.
3 menit baca