Cara Menyimpan Tempe Tanpa Pengawet
Tempe segar tanpa pengawet terus berubah setiap hari. Begini cara menyimpannya, kapan harus dimasak, dan kapan sebaiknya dibuang.
3 menit baca
Pesan dulu terdengar merepotkan. Ini alasan di balik sistem PO Mak Nuk, dan cara memakainya agar tempe sampai tepat waktu.
3 menit baca
Diperbarui
"Beli tempe kok harus pesan dulu?" Kami sering mendengar pertanyaan itu, dan wajar. Di pasar, tempe tinggal ambil. Di dapur Mak Nuk, tempe dibuat sesuai pesanan. Tulisan ini menjelaskan alasannya tanpa jargon, supaya Anda paham dan tidak merasa dipersulit.
Tempe adalah hasil fermentasi. Setelah kedelai direbus, diberi ragi, dan dibungkus, jamur butuh waktu untuk tumbuh dan mengikat biji-biji kedelai menjadi satu blok padat. Pada suhu ruang tropis, fermentasi tempe umumnya berlangsung sekitar satu sampai dua hari, tergantung suhu, kelembapan, dan jumlah ragi. Anda tidak bisa memaksanya selesai dalam beberapa jam tanpa mengorbankan hasil: terlalu cepat, tempe belum padat dan rasa belum terbentuk; terlalu lama, ia sudah berubah menjadi tempe semangit.
Sebelum fermentasi pun ada tahapan yang makan waktu: sortir, rendam, kupas (untuk varian tanpa kulit), rebus, tiriskan. Silakan lihat urutannya di halaman proses. Semua itu dikerjakan dengan tangan, dalam satu dapur rumahan.
Dapur kami kecil, dan itu pilihan sadar. Jumlah yang bisa kami buat dengan baik dalam sehari terbatas, itulah mengapa kami memakai sistem slot: sekitar 8 pelanggan per hari (angka ini dapat berubah, dan selalu bisa dicek lewat kalender slot). Dengan membatasi, kami bisa memastikan tiap blok mendapat perhatian yang sama. Kami lebih memilih berkata "slot penuh, coba tanggal lain" daripada menerima semua pesanan lalu mengorbankan mutu.
Ada alasan praktis juga. Tanpa pengawet, tempe tidak bisa ditimbun berhari-hari untuk menunggu pembeli. Dengan PO, tidak ada tempe yang terbuang, dan Anda menerima tempe yang baru selesai difermentasi.
Aturan kami sederhana:
Lead time 4 hari: pesanan dibuat minimal 4 hari sebelum tanggal pakai.
Cutoff pukul 15.00 WIB pada hari terakhir pemesanan.
Hari Minggu dan libur nasional produksi libur, namun chat tetap kami balas.
Detail lengkap, termasuk pembayaran dan pengiriman, ada di Cara Pesan dan Kebijakan Pemesanan.
Misalnya Anda ingin tempe untuk Selasa. Dengan lead time 4 hari, PO paling lambat Jumat pukul 15.00 WIB, sehingga ada cukup waktu untuk merencanakan produksi, menyiapkan bahan, dan memfermentasi tempe sesuai jadwal. Pesan Jumat pukul 16.00? Itu sudah melewati cutoff, jadi tanggal pakai tercepat bergeser. Tenang, kalender slot di situs menandai tanggal yang masih bisa dipesan, dan Custom Order akan memberi tahu bila tanggal pilihan Anda tidak memenuhi aturan.
Cara tercepat adalah membuka Custom Order, memilih varian, bentuk, ukuran, jumlah, dan tanggal pakai. Sistem akan menyusun pesan rapi yang langsung terkirim ke WhatsApp Mak Nuk. Status slot di situs diperbarui manual, sehingga konfirmasi akhir selalu lewat WhatsApp. Kami akan membalas untuk memastikan slot dan rincian pembayaran.
Pesan lebih awal untuk acara besar seperti hajatan, pengajian, atau katering; slot hari-hari ramai (misalnya menjelang hari raya) lebih cepat terisi.
Sebut jumlah porsi, bentuk, dan jam pengantaran sejak awal agar kami bisa menghitung.
Untuk kebutuhan rutin mingguan, lihat Kemitraan agar jadwal dan ukuran konsisten.
Punya pertanyaan sebelum memesan? Baca FAQ.
Tempe yang layak ditunggu memang butuh sedikit perencanaan. Kami berusaha membuat perencanaan itu semudah mungkin.
Ingin mencoba sendiri? Cek slot dan PO via WhatsApp, atau lihat dua varian tempe kami.
Tempe dibuat sesuai pesanan, tanpa minimum order. Lihat jenisnya atau tanya langsung lewat WhatsApp.
Tempe segar tanpa pengawet terus berubah setiap hari. Begini cara menyimpannya, kapan harus dimasak, dan kapan sebaiknya dibuang.
3 menit baca
Dua varian dari kedelai yang sama, tapi tekstur, rasa, dan pemakaiannya berbeda. Ini cara memilih yang pas untuk dapur Anda.
3 menit baca